PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA SENI MUSIK

Modal utama mengajar adalah kesiapan dan kemampuan guru dalam mengajar serta penguasaan materi yang akan diajarakan. Kondisi peserta didik juga merupakan faktor pendukung dami tercapainya keberhasilan dalam mengajar. Lingkungan yang ramah dan bersahabat juga sangat menunjang suatu tujuan dalam proses pembelajaran.
Menurut Hendro, S.D., doktor lulusan Berklee School Of Music-Boston USA, musik memiliki tiga unsur di dalamnya, yaitu : melodi, ritme, dan harmoni. Melodi merupakan rangkaian nada-nada (notasi) yang tersusun atau tertata indah, naik maupun turun sehingga menjadi sebuah lagu. Ritme merupakan derap langkah atau iringan (rhitem) untuk mengiringi melodi (lagu) sehingga memiliki irama dan tempo. Sedangkan harmoni merupakan keselarasan dan keindahan bunyi yang ditimbulkan antara melodi dan ritme dengan memberikan hiasan (ornament) dan tanda dinamika sehingga melodi (lagu) tersebut menjadi enak didengar.
Kemampuan siswa yang sangat kurang dalam bermain alat musik, disebabkan karena kurangnya pemahaman dalam seni musik dan cara pengajaran yang hanya menggunakan teori saja tanpa melibatkan siswa untuk mempraktekannya dangan menggunakan alat musik. Bermain musik dapat mencintakan anak terhadap seni musik. Musik dapat mencerminkan emosi-emosinya dan membantunya belajar mengekspresikan perasaannya.
Perkembangan Anak
Ketika anak itu tumbuh, ketrampilan sosial dan akademiknya dapat ditingkatkan melalui keakrabannya dengan musik. Musik dapat mencerminkan emosi-emosinya dan membantunya belajar mengekspresikan perasaannya. Memainkan musik bersama orang lain dapat memperkuat keakraban dan meningkatkan ikatan kekeluargaan.
Bakat musik sebaiknya dikembangkan sejak dini, tapi bukan berarti tak ada kesempatan bagi yang sudah dewasa untuk untuk mengembangkan kemampuan bermain musik. Setelah seharian lelah dengan berbagai aktifitas, dengan memainkan alat musik dapat sebagai hiburan atau refresing supaya otak dan pikiran dapat segar kembali. Dengan memainkan alat musik bukan hanya aspek kognitifnya saja yang berkembang tapi aspek psikomotornya atau ketrampilannya juga berkembang.
Metode Demonstrasi Lebih Disukai Anak
Metode demonstrasi merupakan salah satu bentuk kreatifitas anak yang dipakai untuk mengajarkan seni musik dengan tujuan anak lebih terampil dalam bermain musik, tidak membosankan dan melatih anak untuk lebih berani tampil dalam suatu kegiatan, misalnya acara pentas seni. Kepiawaian anak dalam bermain musik dapat terlihat jelas saat dia bersama teman-temannya ataupun sendiri dalam memainkan alat musik. Dari situlah tercipta suatu keharmonisan yang sangat luar biasa, suasana seperti ini juga sangat diharapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut S. Nasution, selama ini sekolah-sekolah sering kali melupakan pembentukkan kepribadian dan lebih cenderung pada pendidikan intelektual. Padahal pendidikan kepribadian yang lebih dikenal dengan “Emosional Lerning” atau belajar berdasarkan emosi sangat banyak penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat emosi anak dapat dikontrol saat mereka sedang memadukan nada-nada bersama teman-temannya, sehingga dapat tercipta suatu karya seni yang indah.
Ternyata metode demonstrasi dalam seni musik bisa meningkatkan kegairahan anak dalam memainkan alat musik. Anak lebih paham materi yang diajarkan, karena langsung dipraktekkan. Upaya ini akan berhasil apabila ada kesadaran dari anak sendiri, dukungan orang tua, dan dukungan masyarakat. Mungkin ada anggapan, seni musik bukan pelajaran pokok karena tidak ikut dalam ajang Ujian Nasional.
Untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan tersebut siswa diharapkan dapat :
1. Memperagakan teknik memainkan alat musik ritmis (tidak memiliki nada) dan melodis (memiliki nada) secara berkelompok.
2. Memainkan sebuah lagu dengan alat musik melodis.
3. Mempertunjukkan karya musik kepada anggota kelas lain dengan bermain alat musik.